Bagaimana Menjadi Sukses?
Kemisikinan mental mendera
bangsa Indonesia, apalagi setelah ditimpa krisis moneter yang berkepanjangan.
Untuk merubah kemiskinan mental menjadi kekayaan mental, perlu dibangkitkan
motivasi untuk mau berubah kenyamanan. Orang gagal yang mau menatap
kegagalannya dengan kepala tegak siap belajar dan berusaha, berusaha dan
belajar lagi, bangkit dan bangkit lagi adalah mereka yang telah siap menjadi
dewasa dan sukses. Harga sebuah kegagalan dan kesuksesan bukan dinilai dari
hasil akhir tetapi dari proses perjuangannya. Perjuangan kita adalah rahmat
Tuhan Yang Maha Berkehendak.
Sejarah dari mana kita berasal dan masa depan
kita tidaklah terlalu penting jika dibandingkan dengan apa yang ada didalam
diri kita. Untuk itu kita perlu merubah paradigma fikiran kita, bahwa
sebenarnya kita bekerja bukan untuk atasan kita akan tetapi kita bekerja untuk
diri kita sendiri sesuai dengan tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan
kepada kita.
Nilai Tanggung Jawab & Kepercayaan
Orang yang biasa menganggap target sebagai beban
yang melelahkan sementara orang yang luar biasa menjadikan beban sebagai target
yang menggairahkan. Untuk menjadi sukses, keuletan dalam bekerjapun perlu
ditingkatkan. Ulet, tidak sekedar sabar, pasif, apatis, pasrah dan bertahan.
Ulet adalah semangat yang didalamnya mengandung sikap antusias, gigih, aktif,
kukuh, tegar, berani bereaksi , terus menerus dan pantang menyerah. Ciri
kesuksesan yang lain adalah disiplin. Disiplin dalam diri perlu ditanamkan.
Kalau kita lunak terhadap diri kita, kehidupan akan keras terhadap kita, akan
tetapi sebaliknya apabila kita keras terhadap diri kita maka kehidupan akan
lunak terhadap kita. Untuk itu jangan berdiam diri karena Aksi adalah tenaga.
Kenapa aksi ini begitu penting? Karena AKSI adalah kepanjangan dari Aku
Kerjakan Sekarang Ini !!!.