Sepuluh Kebiasaan Yang Dapat Merusak Otak

March 5th, 2006 by dioncecep

1. Tidak Sarapan Pagi 
Mereka yang tidak mengkonsumsi
sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai
nutrisi ke otak menjadi kurang.

2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi
yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak
karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan
kerja otak akan menurun.

3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap
akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan
penyakit Alzheimer.

4. Mengkonsumsi Gula Terlalu Banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak
akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi
ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak.

5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen
terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai
oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai
saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka
waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7. Menutup Kepala Saat Tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup
kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi
oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8. Menggunakan Pikiran Saat Sakit
Bekerja terlalu keras atau
memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan
berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.

9. Kurang Menstimulasi Pikiran
Berpikir adalah cara yang paling
tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan
mengkerutnya otak kita.

10. Jarang Berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai
salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual
dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan
intelektual otak jadi kurang terlatih.

Allahu Akbar

March 2nd, 2006 by dioncecep

Pada kumpulan National Gographic
1983. Disitu ada Gambar besar yang terlipat: Journey Into The Universe Through
Time And Space.

Pada gambar itu dijelaskan bahwa
:

  1. Tata surya kita, dengan Matahari sebagai Porosnya.
    Ternyata hanya merupakan salah satu titik dari tetangga Matahari yang berjumlah
    sekitar 20 an.
  2. Sedangkan Rangkaian kumpulan Matahari ini, ternyata
    hanya satu titik kecil dari Milky Way Galaxy, yang jutaan jumlahnya.
  3. Sedangkan Milky Way Galaxy, hanya satu titik dari Lokal
    Group, yang berisi puluhan Galaxy. Salah satu yang dikenal bernama Andromeda.
  4. Disisi lain, ternyata Kumpulan Galaxy-galaxy itu /
    Lokal Group, terlihat seperti Armada Laut yang ber-gerombol2 di dalam Lokal
    Supercluster, dengan jumlah yang ribuan banyaknya. Dan kelompok / gerombolan
    terbesar = dikenal sebagai Virgo yang jaraknya 50 juta tahun cahaya dari bumi.
  5. Supercluster yang sudah demikian amat sangat besar,
    ternyata digambarkan hanya merupakan satu titik kumpulan dari The Universe.
    Hercules, Indus
    , Perseus, Coma dan masih
    banyak lagi adalah tetangga2 Lokal Supercluster yang ada di dalam The Universe.
  6. The Universe yaitu = Suatu area ‘lempengan’ terjauh
    & terluas, yang dapat dideteksi oleh perangkat teleskop paling canggih,
    yang dibuat manusia saat ini. Posisi The Universe, dari hari ke hari, sejak
    lama selalu pada tempat yang sama. Kesimpulan para ahli perbintangan: The
    Universe = Lempengan = Tidak mempunya Pusat / Poros.
  7. Semua gambaran dan Pengelompokan No 1 s/d 5 di atas,
    ditentukan para ahli berdasarkan Jarak masing2 benda langit yang terdeteksi
    teropong. Sedangkan radius ‘Lempengan’ The Universe berjarak 20 Miliard tahun
    cahaya.


Apa makna dari
hasil penemuan Para Ahli Peneropongan Bintang tersebut ?

Untuk sementara
para ahli peneropongan bintang menganggap bahwa The Universe adalah yang
terbesar. Dari sisi ini saja, dapat kita pahami, kenapa Manusia tidak boleh
membayangkan bentuk Allah SWT, karena:

  1. Kita tidak akan mampu. Bagaimana bisa
    mampu ?, membayangkan Ciptaan Allah SWT berupa The Universe yang demikian besar
    saja dibandingkan dengan bumi tempat kita berpijak. Sudah tidak mampu. Apalagi
    Allah SWT sebagai penciptanya.
  2. Kalau kita membayangkan bentuk / rupa Allah SWT,
    berarti kita sudah syirik, karena kita sudah membuat duplikat (men dua kan
    ) Allah SWT, dengan
    bentuk / rupa, yang kita bayangkan tersebut.

Dengan gambaran di atas: Kita
dapat sedikit lebih memahami: Q.S. Al-Waqiah : 75 & 76: Bahwa: Allah bersumpah
dengan terbenamnya Bintang, dan selanjutnya Allah SWT berfirman: Sumpah (Allah)
itu adalah sumpah yang sangat besar, jika kamu mengetahui.

Pada salah satu Hadist Nabi
Muhammad: Orang Iman (mempercayai Kebesaran Allah SWT), bila disebutkan ‘Allahu
Akbar’
(Allah MAHA BESAR), maka hatinya akan bergetar.

Mudah-mudahan dengan adanya
pembuktian sedikit saja dari KEBESARAN Allah SWT sebagai pencipta Alam semesta,
hati kita dapat bergetar (sebagaimana layaknya ciri orang beriman) dan lebih
menyadari: Betapa Maha Besarnya / Akbarnya Allah SWT pencipta Alam Semesta ini,
dimana  bumi dan diri kita, hanya bagian yang amat sangat kecil sekali.

Sehingga kitapun akan dapat lebih
meyakini, kalau Allah SWT berkehendak maka dalam sekejap seluruh manusia akan
dibinasakan, apa susahnya membinasakan suatu mahluk, yang amat sangat kecil
jika dibandingkan dengan alam semesta ciptaan NYA.

Surga hanya bagi orang yang
diberi rahmat / dikasihi / dipilih oleh Allah SWT (bukan karena pahala, (bayangkan
apa arti sebuah pahala dari mahluk yang demikian kecil, dibandingkan alam
semesta ciptaannya ini).

Ini baru dari hasil penemuan Ahli
Peneropongan Bintangan saja, yang mungkin mereka sendiri tidak atau belum membaca
ajaran agama yang intinya HANYA UNTUK mengajak agar manusia mengagungkan Allah
SWT pencipta Allam Semesta ini. Dan mengajak kita agar jangan sampai menduakan
/ syirik pada Allaw SWT.

Tetapi sifat manusia, yang suka
tidak tahu diri / merasa sombong / merasa hebat, hanya karena DIIJINKAN oleh
ALLAH SWT memiliki suatu yang dianggapnya ‘KELEBIHAN’.

Semoga dengan membayangkan hasil
penemuan teknologi Peneropongan Bintang ini, saat kita bangun di 1/3 malam yang
akhir, saat kita menengadahkan kepala dan melihat langit yang cerah, dengan
jutaan kerlap-kerlip bintang, dan berkata : Ya Allah, tak kau ciptakan semua
ini dengan sia-sia. Kita dapat mencucurkan air mata (karena menyadari keagungan
ALLAH dan kekecilan diri kita, bukan karena ketakutan pada penagih hutang, dan
bukan karena ketakutan pada hal-hal duniawi lain), serta menyadari, betapa kita
hanya sangat kecil dibandingan dengan ciptaan NYA yang lain, kenapa masih ada
sebutir kesombongan di dalam hati kita, yang sebenarnya tidak ada yang pantas
kita sombongkan, karena semua kebisaan kita pun hanya karena ada ijin NYA. Dan
kenapa kita masih berupaya merekayasa perintah NYA, dan berupaya menaikkan
derajat kita, dengan cara melakukan pengingkaran sebagian ayat-ayat NYA. Kenapa
kita tidak mau masuk kedalam agama Allah SWT secara menyeluruh, dengan segala
kepasrahan, sebagai hamba  dan ciptaan NYA semata ? Apa sebenarnya
kebanggaan yang pantas menyebabkan diri kita menjadi sombong ?  dan
menentang NYA ?

Wallahu ‘alam bishowab

Batas Kesabaran

February 23rd, 2006 by dioncecep

Dalam al-Qur’an surah Fusshilat : 49 dikatakan :
"Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa
malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan".
Putus asa adalah sifat
yang tercela. Tidak selayaknya seorang mu’min berputus asa dalam segala hal,
baik dalam berdo’a kepada Allah maupun dalam menghadapi kehidupan ini.

Ketika kita berdo’a kepada Allah, maka tidak terlepas dari
dua kemungkinan, dikabulkan atau tidak. Kalau dikabulkan kita harus segera
bersyukur kepada Allah. Namun bila merasa belum dikabulkan, kita tidak dibolehkan
cepat-cepat berkeyakinan bahwa do’a kita tidak dikabulkan Allah.

Ada beberapa kemungkinan
yang terjadi. Mungkin do’a kita belum dikabulkan Allah, atau Allah akan
mengganti dengan yang lebih baik dari yang kita minta, atau mungkin diri
kita belum siap atau tidak layak untuk mendapatkan permintaan kita.

Itulah, maka doa yang kita panjatkan kepada Allah, hasil dan
buahnya tidak bisa kita ukur dengan waktu. Rasulullah pernah berdo’a "Ya
Allah berilah petunjuk kaumku, karena mereka banyak yang bodoh".
Apa yang
terjadi, apakah semua kaumnya beriman? Ternyata sampai Rasulullah wafat pun
masih banyak kaumnya yang tidak beriman, namun Rasulullah tidak berputus asa
dan terus berusaha bahkan berpesan kepada umatnya agar meneruskan
perjuangannya.

Dalam sebuah hadist Rasulullah mengatakan : "Mintalah
karunia Allah, karena Allah senang kalau dimintai sesuatu dan sebaik-baik
ibadah adalah menunggu dibukanya kesulitan kita" (H.R. Tirmizi).

Itulah sebaik-baik ibadah, menunggu hingga dihilangkannya
kesulitan dan kesedihan kita dan tidak mengeluh kepada selain Allah.

Sikap seorang mu’min yang baik adalah yang tidak mudah
berputus asa dan tidak mudah kecewa, senantiasa besar hati dalam menerima
apapun yang dialami dan dideritanya, karena itu semua atas kehendak Allah. Maka
dalam ayat lain dikatakan bahwa sikap berputus asa adalah sikap orang kafir (al-Ankabut:
23). Ini karena mereka yang berputus asa atas rahmat Allah telah menentang
kehendak Allah dan ingin memaksa Allah dengan kehendaknya.

Wallahu ‘alam bishowab.

Tiga Neraka Dunia

February 17th, 2006 by dioncecep

1. Rasa iri.
Orang yang “terbelenggu” rasa iri, hidupnya
tersiksa. Tak pernah tentram. Kalau ada orang lain berhasil hatinya panas
selalu “terbakar.” la ingin kesenangan, keberhasilan, dan prestasi orang lain
pindah kepadanya, Sayang dia lupa bahwa prestasi hanya bisa diraih orang yang
kerja keras punya potensi dan kata relasi. Tuhan “bersembunyi” di balik
prestasi. Dia tak akan menampakkan diri, tetapi orang yang punya ketajaman
ruhani akan tahu bahwa keberhasilan seseorang juga karena pertolongan‑Nya.
Agaknya, dunia masih “kaya” orang yang hidupnya selalu iri. Mereka selalu
mencari‑cari kesalahan dan kelemahan orang lain. Kesalahan dan kelemahan tadi
dipolitisir sehingga tampak besar. Jadilah isu yang kemudian berkembang pesat.
Penyakit iri, jika dibiarkan akan semakin parah. Dia lupa bahwa iri tanda tak
mampu. Dari sana maka jadilah dia masuk neraka dunia yang kedua.

2. Dengki.
Sifat ini punya tanda, kalau ada orang sukses,
berprestasi, dsb hatinya sakit. Sebaliknya, dia merasa senang kalau ada orang
jatuh, gagal, dan gulung tikar, Orang dengki hatinya gelap. Dia tidak jujur
pada diri dan orang lain. la selalu memandang orang lain jelek. Sebenarnya
dirinya yang tidak baik. ia sibuk menjelek‑jelekkan orang lain, tidak pernah
puas selalu begitu entah apa yang dicari.

Gelapnya ruangan mudah disinari, Tetapi gelapnya hati tak
mampu diubah hanya dengan bola lampu, tetapi harus dicuci dengan iman, dan
peringatan Tuhan dalam bentuk musibah, bencana dan teguran lain.

3. Hasut.
Dari iri, meningkat menjadi dengki, dari dengki naik lagi
ke neraka ketiga bernama hasut, Ini puncak “kesalahan” nafsu. Orang tak
bersalah dianggap lawan yang selalu ingin menyerang atau merebut prestasi
dirinya. Maka, menyusun kekuatan baik sendiri maupun melibatkan orang lain
untuk menjatuhkan orang yang dianggap “membahayakan” dirinya. Orang yang
diwarnai hasut, hidupnya tidak akan pernah damai, Hatinya selalu gelisah. Dia
lupa usia yang dimiliki terbatas, semestinya dia sibuk mencari kekurangan diri,
bukan kekurangan orang lain. Tetapi yang terjadi sebaliknya, dia mencari
kekurangan orang lain untuk lebih dijatuhkan lagi.

Di balik ketiga neraka (iri, dengki, dan hasut) bagi orang
bijak ada hikmahnya. Menghadapi orang iri yang tidak rela akan prestasi orang
lain, disikapinya dengan baik. Dia tidak pamer keberhasilan. Toh prestasi itu
bukan untuk dibanggakan, sebab tanpa membanggakan diri orang lain sudah
mengakuinya. Terhadap orang dengki yang antara lain mengoreksi kekurangan agar
jatuh, dia justru “bersyukur.” Sebab dengan koreksi itu, dia bisa mengoreksi
diri sendiri. Dia akan tahu di mana kekurangan dirinya. Dari sana kemudian
sibuk memperbaiki diri dengan kebaikan.

Sedang terhadap orang hasut, dibiarkan saja. Sebab separah
apapun hasutan, jika kita benar maka akan seperti mutiara meski dijatuhkan ke
dalam lumpur akan tetap sebagai mutiara. Sehebat apapun hasutan orang lambat
atau cepat akan reda juga. Nah, saat itu mutiara akan tampak cemerlang,

Maka, sebaiknya kembali kepada jati diri sebagai insan
kamil, yaitu insan yang berjiwa bersih, menjauhi diri dari ketiga neraka dunia
agar kita bisa menikmati surga dunia dan terlebih nanti surga akhirat. Semoga.

Wallahu ‘alam bishowab.

Sepuluh Kualitas Pribadi yang Disukai

February 10th, 2006 by dioncecep

 1. Ketulusan

Ketulusan
menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh
semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai
karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang
yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada,
pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya
"Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila
ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor
ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa
merugikan diri sendiri.


2. Rendah Hati
Beda
dgn rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendahhatian justru
mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa
bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin
menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai
keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke
dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.


3. Kesetiaan

Kesetiaan
sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yg
setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji,
punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.


4. Bersikap Positif

Orang
yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari
kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih
suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka
bicara mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusi
daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.


5. Keceriaan

Karena
tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak
harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang
ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan
selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi,
orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan
mendorong semangat orang lain.


6. Bertanggung Jawab

Orang
yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan
sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya.
Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk
disalahkan.

Bahkan
kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan
siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab
atas apapun yang dialami dan dirasakannya.


7. Kepercayaan Diri

Rasa
percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana
adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang
percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang
baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan
baik.


8. Kebesaran Jiwa

Kebesaran
jiwa dapat dilihat dr kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang
yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci
dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar,
tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.


9. Easy Going

Orang
yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka
membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan
masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak
mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan
masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.


10. Empaty

Empati
adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja
pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang
lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik
bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya
sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Amalan Di Bulan Muharram

February 8th, 2006 by dioncecep

Dalam kitab I‘anatut Thalibin, salah satu kitab yang banyak
digunakan dalam mazhab Asy-Syafi‘iyyah, pada jilid 2 hal 267,
disebutkan bahwa memang banyak amal-amal yang sering dilakukan pada
momentum bulan Muharram. Namun penyusun kitab ini mengatakan bahwa
hanya dua saja yang memiliki dasar kuat yaitu sunah puasa dan meluaskan
belanja. Sedangkan selebihnya kebanyakan haditsnya dahif dan sebagian
lagi mungkar maudhu‘.

Yang berkaitan dengan puasa adalah puasa
sunah yaitu pada hari kesepuluh dan kesembilan di bulan itu. Sering
juga disebut dengan ‘Asyuro dan Tasu‘a. Banyak sekali dalil yang
menerangkan hal ini, antara lain:

Dari Abu Hurairoh RA ia
berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: "Shaum yang paling utama
setelah shaum Ramadhan adalah shaum dibulan Alloh Muharram. Dan sholat
yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam"
(HR Muslim
1162)

Dari Humaid bin Abdir Rahman, ia mendengar Muawiyah bin Abi
Sufyan RA berkata: "Wahai penduduk Madinah, dimana ulama kalian? Aku
mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Ini hari Assyura, dan Alloh tidak
mewajibkan shaum kepada kalian di hari itu, sedangkan saya shaum, maka
siapa yang mau shaum hendaklah ia shaum dan siapa yang mau berbuka
hendaklah ia berbuka"
(HR Bukhori 2003)

Rasulullah SAW bersabda:
"Shaumlah kalian pada hari assyura dan berbedalah dengan orang Yahudi.
Shaumlah kalian sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya"
(HR Thohawy
dan Baihaqy serta Ibnu Huzaimah 2095)

Sedangkan amal lainnya "selain puasa dan meluaskan belanja- sebagaimana disebutkan oleh
An-Nawawi, adalah amal yang dasar hukumnya lemah.

Beliau "An-Nawawi- mengutip nazham yang disusun anonim (tanpa nama pengarang)
berkaitan dengan amalan di bulan Muharram itu yaitu:

Puasalah,
Shalatlah, Silaturrahim-lah, kepala anak yatim usaplah, bersedekahlah,
mandilah, luaskan belanja, potonglah kuku, kunjungi ulama, tengoklah
orang sakit, pakailah celak mata, bacalah surat Ihklas 1000 kali.

Sebenarnya
amal-amal itu semua baik-baik saja, selama tidak dikaitkan dengan
momentum tertentu. Sehingga yang jadi titik masalah adalah dikaitkannya
amal-amal itu dengan momen Muharram dengan keyakinan bahwa bila
dilakukan di waktu lain, tidak sebesar itu pahalanya. Karena dasar
haditsnya memang lemah, bahkan sebagian dhaif dan mungkar.

Wallahu A‘lam Bish-Showab

Puasa Sunnah di Bulan Muharram

February 8th, 2006 by dioncecep

Yang disunnahkan secara tegas adalah berpuasa pada tanggal 10 Muharram
dan sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya. Dan sering disebut juga
juga dengan Shaum Asyuro.

Pada asalnya Shaum Asyuro ini adalah wajib. Kemudian kewajibannya
dinasakh dengan kewajiban shaum Ramadhan, maka shaum tersebut berubah
hukumnya menjadi sunnah. Oleh karena itu Rasulullah SAW menganjurkan
kepada umat Islam untuk melaksanakan shaum assyuraa (shaum hari
kesepuluh) dari bulan Muharram ditambah dengan shaum sehari sebelumnya
atau sesudahnya. Hal ini berdasarkan hadits-hadits yang diriwayatkan
para sahabat. Antara lain:

Dari Humaid bin Abdir Rahman, ia mendengar Muawiyah
bin Abi Sufyan RA berkata: "Wahai penduduk Madinah, dimana ulama
kalian? Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Ini hari Assyura, dan
Alloh tidak mewajibkan shaum kepada kalian di hari itu, sedangkan saya
shaum, maka siapa yang mau shaum hendaklah ia shaum dan siapa yang mau
berbuka hendaklah ia berbuka"
(HR Bukhori)

Juga ada hadits lainnya berikut ini :

Dari
Ibnu Abbas RA, ia berkata: ketika Rasulullah SAW tiba di kota Madinah
dan melihat orang-orang Yahudi sedang melaksanakan shaum assyuraa,
beliau pun bertanya? Mereka menjawab: Ini hari baik, hari di mana Allah
menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka lalu Musa shaum pada hari
itu. Maka Rasulullah SAW menjawab: "Aku lebih berhak terhadap Musa dari
kalian", maka beliau shaum pada hari itu dan memerintahkan untuk
melaksanakan shaum tersebut.
(HR Bukhori 2004)

Dari
Ibnu Abbas RA, ia berkata: pada saat Rasulullah SAW melaksanakan shaum
Assyura dan memerintah para sahabat untuk melaksanakannnya, mereka
berkata: "Wahai Rasulullah hari tersebut (assyura) adalah hari yang
diagung-agungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani". Maka Rasulullah SAW
bersabda: "Insya Allah jika sampai tahun yang akan datang aku akan
shaum pada hari kesembilannya". Ibnu Abbas berkata: "Rasulullah SAW
meninggal sebelum sampai tahun berikutnya"
(HR Muslim 1134)

Rasulullah
SAW bersabda: "Shaumlah kalian pada hari assyura dan berbedalah dengan
orang Yahudi. Shaumlah kalian sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya"

(HR Thohawy dan Baihaqy serta Ibnu Huzaimah 2095)

Adapun
keutamaan shaum tersebut sebagaimana diriwayatkan dalam hadits dari Abu
Qatadah, bahwa shaum tersebut bisa menghapus dosa-dosa kita selama
setahun yang telah lalu (HR Muslim 2/819)

Imam Nawawy ketika
menjelaskan hadits di atas beliau berkata: "Yang dimaksud dengan
kafaraoh dosa adalah penghapus dosa-dosa kecil, akan tetapi jika orang
tersebut tidak memiliki dosa-dosa kecil diharapkan dengan shaum
tersebut dosa-dosa besarnya diringankan, dan jika ia pun tidak memiliki
dosa-dosa besar, Allah akan mengangkat derajat orang tersebut di
sisi-Nya"
.